Informasi Pasar |
Jakarta 19
Oktober 1999, Sejak
berlangsungnya sidang umum MPR sampai dengan tanggal 18 Oktober 1999 ini kondisi pasar
modal serta indikator-indikator perekonomian lainnya bergerak terbalik dengan berbagai
berita-berita yang berhubungan dengan posisi kabinet reformasi, tanggapan terhadap pidato
pertanggung jawaban Habibie dan posisi Habibie didalam pencalonan sebagai presiden.Pasar
positif bila terdapat sikap, tindakan-tindakan atau perkembangan yang mendukung
penyelesaian dan penuntasan setiap skandal, kasus atau apa saja yang selama ini menjadi
penyebab timbulnya berbagai praktek penggrogotan kewibawaan bangsa, ekonomi rakyat dan
berbagai jenis prilaku KKN lainnya.Misalnya saja ketika Amien Rais, terpilih duduk sebagai
ketua MPR-tokoh reformis-dimana pasar bergerak positif, walaupun figur Amien Rais
belakangan ini banyak yang mempertanyakan, karena didalam beberapa event penting di MPR-
dianggap ia tidak sereformis dahulu. Namun hal itupun tak berlangsung lama, ketika Habibie
mengumumkan soal wakilnya Wiranto, soal laporan pertanggung jawabannya yang dianggap
memiliki banyak manipulasi angka-angka dan data-data yang tidak akurat, mendorong indeks
harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta terus melorot.Secara teknikal banyak investor
yang tidak memiliki nyali untuk menggambil posisi ditengah-tengah situasi yang tidak
menentu ini. Konflik antara pendukung calon-calon presiden yang disertai dengan
ancaman-ancaman yang bernada anarkhis membuat nyali investor manapun tidak akan berani
mengambil posisi di pasar. Namun ketika Wiranto mengumumkan pengunduran dirinya didalam
pencalonan sebagai wakil presiden, maka indeks kembali mengalami penguatan. Ada skenario
positif yang diendus oleh pasar, yang menyebabkan mereka kembali memiliki keyakinan bahwa
prospek terhadap perjalanan bangsa ini akan sedang menuju kearah yang mengembirakan. Namun
ada catatan penting yang harus kita cermati bersama bahwa siapapun yang menjadi presiden,
haruslah dapat menjamin tidak terjadinya kerusuhan akibat kekecewaan akibat gagalnya salah
satu calon untuk duduk sebagai PRESIDEN KE 4 kita. SELAMAT NEGERI.
Indra Safitri |