indocapitalinks.jpg (21627 bytes)

Potret Pasar Modal Menjelang Pemilu oleh Indra Safitri

 

Pemilihan umum hanya tinggal menghitung hari saja-gegap gempita pertarungan politik diera multi partai ini nampaknya tidak mampu untuk menggoyang indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta untuk bergerak kearah trend yang lebih positif. Padahal kita tahu bahwa di bursa-bursa saham, seperti di Wall Street, Tokyo ataupun London sensitifitas perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilu sering dijadikan sebagai barometer untuk melakukan investasi. Goerge Bush atau Clinton mampu untuk mendorong indeks di Wall Street sama kencangnya dengan perseteruan dua kubu politik tersebut. Masih segar diingatan kita bahwa sikap dan opini publik terhadap sebuah proses politik akan mendorong sebuah keputusan yang bernada positif yang mendorong pembelian atau negatif yang berakibat penjualan di lantai bursa.

Rentang waktu pemilihan umum sudah tidak lama lagi, analisa politik dan berbagai komentar baik yang datangnya dari pakar lokal maupun asing, seperti Jerry Winter sampai Christianto Wibisono terus meneropong konstelasi politik yang dapat terjadi setelah pemilihan umum. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah prediksi dan analisa tersebut memiliki pengaruh terhadap keputusan para investor atau tidak. Sungguh kita tidak berharap bahwa pemilu mendatang tidak menjadi awal sebuah keruntuhan sendi-sendi bangsa ini dan hendaknya analisa-analisa yang pesimistis atau yang berasal dari paranormal tidak terwujud.

Bila kita mencoba mengidentifikasikan beban dan bobot informasi yang terus disuguhkan kepada masyarakat setiap hari memang terasa menekan ulu hati dan memusingkan kepala. Sudahlah harga sembako yang terus membumbung dan terus meningkatnya beban hidup yang harus ditanggung setiap saat-merupakan contoh yang kongkrit tentang sejauh mana masyarakat diselimuti dengan kehidupan yang berat. Boleh jadi masyarakat sudah tak mampu untuk membedakan mana informasi yang pantas untuk didengar dan mana informasi yang hanya sekedar muslihat yang tujuannya untuk membakar hati mereka.

Maka wajarlah kiranya derajat informasi yang diserap oleh pelaku pasar modal memang tidak menimbulkan dampak positif kepada pasar dan cendrung pasar sudah tidak mempercayai lagi setiap informasi yang mereka terima akibat begitu banyaknya kebohongan-kebohongan informasi yang berlangsung. Pasar harus senantiasa bergelut dengan kesulitan, mulai dari pada kesulitan likuiditas, kesulitan dana, kesulitan untuk dilindungi, kesulitan untuk mendapatkan informasi yang benar dan sederet kesulitan lainnya.

Bagaimanapunjuga porsi informasi politik akan menjadi menu sehari-hari menjelang pemilu mendatang. Sehingga pelaku pasar harus memiliki kemampuan untuk mendefenisikan sekaligus mengkaji dengan tingkat kehatian-hatian yang tinggi sehingga tidak salah eksekusi. Kesalahan dalam mengeksekusi pilihan-pilihan informasi tersebut akan dapat berakibat fatal, yang dapat merugikan kepentingan investor itu sendiri. Oleh sebab itu sangatlah wajar kiranya bila masa menjelang pemilihan umum ini para investor tidak terlalu tergantung dengan informasi politik yang disuguhkan untuk konsumsi masyarakat awam atau menjadi bagian dari sebuah kampanye politik semata.

Diperlukan pemahaman yang sangat mendalam untuk dapat memprediksikan sejauh mana materi informasi tersebut memang relevan dan transparan serta secara politis merupakan komitmen yang dapat dipegang. Komitmen politik yang ada harus juga terkait dengan penerapan dari kebijaksanaan yang ada, dan akan lebih baik lagi bila para penggagas dan koseptor program tersebut pasca pemilu akan memegang fungsi yang menjadi motor penggerak kebijaksanaan.

Dengan penelusuran tersebut diatas maka wajah pasar modal kita menjelang pemilihan umum ini, terkesan berwajah pucat-kurang darah-akibat sakit yang terus menerus. Tentunya perumpamaan ini tak terlalu berlebihan bila terpaan badai moneter yang selama ini terjadi telah membuat "kurus kering" transaksi dilantai bursa. Untuk menggemukannya kembali diperlukan obat khusus yaitu modal yang kembali mengalir dari kocek investor, yang tentunya percaya bahwa pasar modal telah dapat memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum. Semoga

 

Perhatian: Komentar dan tanggapan terhadap tulisan diatas dapat disampaikan melalui email : safitri@dnet.net.id atau safitri@safitri.com