Namun ternyata, penyakit kronis yang disebut
dengan "kepentingan" masih tetap tertanam beberapa pihak-pihak yang
seolah-olah tak mau berkaca bahwa banyak contoh yang membuktikan bahwa instrumen ekonomi
yang mengandung muatan pasar terbuka akan menjadi emberio mandul bila intervensi dan
distorsi terlalu banyak dilakukan, apa lagi bila entitas tersebut belum juga lahir. Bursa
Komoditi Berjangka yang keberadaanya harus dapat memberikan manfaat kepada siklus
perekonomian di Indonesia terutama yang berhubungan dengan aktifitas produk agro industri,
hanya akan berlangsung secara efesien bila para regulator, fasilitator dan player-nya
memiliki landasan integritas yang tinggi dalam pengawasan, pengelolaan dan
pengembangannya.
Mengingat bahwa karakteristik bursa komoditi
berjangka mengandung sistem dan mekanisme perdagangan yang mengandung korelasi kesepakatan
transaksi untuk masa yang akan datang ( future ), tentunya derajat resiko dan
format pasar yang akan didesain membutuhkan wahana fasilitas yang memberikan jaminan
tingkat penyelesaian yang tinggi. Para Pedagang Komoditi, Pialang Komoditi ataupun
pihak-pihak yang terlibat didalam setiap kesepakatan transaksi, merupakan mereka yang
secara finansial dapat menjamin terlaksananya setiap penyelesaian kontrak.
Oleh sebab itu dalam kerangka pemikiran yang
relevan tentang desain sebuah industri ekonomi yang memiliki flatform pasar yang
kokoh dalam menjamin keamanan setiap transaksi di lantai bursa maka sudah semestinya
didalam tahapan kelahiran bursa komoditi berjangka, para pelakunya tidak hanya sekedar
berebut untuk hanya menjadi pengurus bursa tersebut saja, namun sederet "pekerjaan
mulia" lainnya masih memerlukan dedikasi dari setiap pelaku pasar komoditi
berjangka.
Salah satu diantarannya, yaitu membangun image
didalam masyarakat tentang aktifitas perdagangan komoditi berjangka itu sendiri. Mengingat
bahwa bursa itu nanti bukan didirikan buat kepentingan sekelompok penikmat ekonomis
di bidang agro industri saja, namun ada kepentingan yang lebih besar yaitu menjadikan
wahana ekonomi tersebut sebagai alat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan para
petani-petani yang setiap tetesan peluh mereka jarang dihargai dengan nilai tinggi. Negeri
ini merupakan negeri yang semestinya memiliki basis agrio industri yang kuat dan
sewajarnya pula eksistensi dan keberadaan setiap jengkal dari hasil produk pertanian,
perkebunan ataupun perikanan memiliki wahana ekonomi yang manfaatnya langsung atau tidak
langsung dapat meningkat kesejahteraan mereka.